Wakatobi, Kabarano.com – Sebuah longboat yang mengangkut sembilan nelayan mengalami kecelakaan laut di perairan Karang Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), akibat patahnya as propeller, Senin (15/12/1015). Beruntungnya, seluruh penumpang di atas kapal tersebut berhasil diselamatkan oleh tim SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin, mengatakan informasi kecelakaan diterima Comm Centre KPP Kendari pada pukul 09.45 Wita dari Herman, keluarga salah seorang korban.
“Pelapor menyampaikan telah terjadi kecelakaan kapal berupa satu unit longboat dengan sembilan orang di atas kapal yang mengalami patah as propeler di sekitar perairan Karang Kaledupa,” kata Amiruddin dalam keterangan resminya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 10.00 Wita Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP) untuk memberikan bantuan. Jarak tempuh dari Pos SAR Wakatobi ke LKP sekitar 24 mil laut.
Amiruddin menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah dengan kecepatan angin 11 knot dari arah barat daya serta tinggi gelombang berkisar antara 0,25 hingga 0,75 meter.
Sekira pukul 11.30 Wita, tim SAR yang berada di lapangan melaporkan longboat telah ditemukan bersama seluruh penumpangnya dalam keadaan selamat.
“Longboat ditemukan sekitar 9,13 mil laut arah utara barat laut dari LKP. Selanjutnya seluruh penumpang dievakuasi ke Pelabuhan Desa Mola,” ujarnya.
Sembilan korban yang diselamatkan merupakan warga Desa Bhakti Wanci, masing-masing bernama Aldo (27), Jamil (25), Inkuno (37), Rawan (23), Reza (20), Ical (16), Haris (20), Tahiri (25), dan Sardin (27).
Ia juga membeberkan kronologi kejadian. Longboat tersebut berangkat dari Karang Tomia menuju Pulau Wangiwangi pada pukul 01.00 Wita dengan sembilan orang nelayan yang baru selesai memanah ikan.
“Sekitar pukul 03.00 Wita, longboat menabrak batang kayu sehingga menyebabkan as propeller patah dan kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran, sehingga membutuhkan bantuan SAR,” bebernya.
Dengan dievakuasinya seluruh penumpang dalam kondisi selamat, operasi SAR kecelakaan longboat tersebut dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
