Pemerintahan, Kabarano.com – Sejumlah fasilitas dan bahan pangan tidak memenuhi standar ditemukan pada salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Temuan tersebut terkuak dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, pada Sabtu (14/3/2026).
Ketidaksesuaian standar itu mencakup peralatan makan hingga sistem penyimpanan bahan pangan yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas makanan bagi masyarakat. Salah satu yang disorot adalah tempat makan yang digunakan untuk penyajian.
“Tempat makan yang digunakan harus memenuhi standar kebersihan dan kelayakan. Kalau kondisinya tidak higienis, tentu tidak layak digunakan untuk penyajian makanan,” ujar Andi Sumangerukka dikutip dari laman Pemprov Sultra.
Ia juga memeriksa fasilitas penyimpanan SPPG tersebut, termasuk kulkas yang digunakan untuk menyimpan bahan pangan. Dari hasil pengecekan, kulkas tersebut tidak berfungsi optimal sehingga suhu penyimpanan tidak cukup dingin untuk menjaga kesegaran. Akibatnya, sejumlah bahan pangan ditemukan dalam kondisi tidak layak, termasuk buah yang telah membusuk.
“Penyimpanan makanan harus memenuhi standar agar bahan pangan tetap segar dan aman dikonsumsi. Kalau kulkasnya tidak dingin, makanan bisa cepat rusak,” ujarnya.
Andi Sumangerukka juga menyoroti jenis beras yang digunakan. Ia menyebut, berdasarkan petunjuk teknis (juknis), beras yang digunakan seharusnya merupakan beras premium. Namun di SPPG itu ditemukan beras curah yang dinilai tidak sesuai ketentuan.
“Sesuai juknis, beras yang digunakan harus beras premium, bukan beras curah. Ini harus diganti agar kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga,” tutupnya.
