Pencarian Hari Ketujuh Nihil, Operasi SAR Pria yang Hilang di Perairan Ereke Butur Dihentikan

BUTON UTARA, KABARANO.com – Operasi pencarian terhadap Kardin (37), warga Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Ereke, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Sabtu (28/3/2026). Hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

Selama tujuh hari pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Polair, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, Pos SAR Wakatobi, serta Syahbandar Kelautan dan Perikanan telah menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin, mengatakan proses pencarian berlangsung tanpa hambatan teknis, namun belum membuahkan hasil.

“Selama pelaksanaan operasi tidak ada kendala berarti. Sesuai prosedur, pencarian dihentikan pada hari ketujuh, tetapi dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Amiruddin melalui keterangan resminya, Minggu (29/3).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, terutama dengan memperhatikan kondisi cuaca dan kelayakan sarana transportasi laut.

“Kami mengingatkan agar masyarakat selalu memperhatikan cuaca, memastikan kondisi perahu layak digunakan, serta menyiapkan alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kardin dilaporkan hilang setelah diduga melompat dari perahu saat dalam perjalanan laut menuju Desa Banubanua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Minggu (22/3).

Peristiwa itu terjadi setelah korban sempat menempuh perjalanan dari Desa Banubanua menuju Desa Tanah Merah sejak Sabtu pagi (21/3). Dalam perjalanan, korban sempat berteduh di Teluk Kulisusu akibat hujan deras dan angin kencang. Perahu yang ditambatkannya dilaporkan terlepas dan hanyut, sehingga korban sempat berenang mengejar sebelum akhirnya menepi di kawasan hutan bakau.

Korban kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang perahu lain dan sempat tiba dengan selamat di Desa Tanah Merah pada sore hari. Namun, saat kembali menuju Desa Banubanua Jaya pada malam harinya, korban diduga melompat dari perahu dan tidak lagi terlihat sejak saat itu.

 

Penulis: Kabaranonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *