Laba Tumbuh 61 Persen, Bank Sultra Raih Penghargaan BPD Berkinerja ‘Sangat Baik’

SULAWESI TENGGARA, KABARANO.com – Bank Sultra membukukan pertumbuhan laba kumulatif sebesar 61,38 persen sejak tahun 2020. Performa impresif ini mengantarkan Bank Sultra meraih predikat Bank Pembangunan Daerah (BPD) berkinerja “Sangat Baik” pada ajang The Asian Post Best Regional Champion Awards 2026 di Solo, Kamis (16/4/2026).

Penilaian tersebut didasarkan pada lima aspek krusial, yakni permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. Bank Sultra terpilih di antara 80 institusi perbankan daerah yang mengikuti seleksi ketat tahun ini.

Sepanjang tahun 2025, Bank Sultra mencatatkan performa keuangan yang cukup impresif dengan laba bersih mencapai Rp419,6 miliar. Jika ditarik sejak tahun 2020, bank kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara ini berhasil menjaga tren positif dengan pertumbuhan laba kumulatif sebesar 61,38 persen.

Kesehatan finansial Bank Sultra juga terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang bertahan di angka 0,89 persen. Angka ini jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator sebesar 5 persen.

Di sisi penyaluran kredit, perusahaan mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp9,58 triliun atau naik 3,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year). Sektor produktif menjadi motor penggerak utama, dengan kredit modal kerja tumbuh 23,50 persen dan kredit investasi melonjak hingga 37,16 persen.

Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyatakan pencapaian ini adalah hasil dari disiplin manajemen risiko dan kepercayaan nasabah.

“Di tengah dinamika ekonomi nasional, kami berhasil membuktikan bahwa pertumbuhan laba sebesar 61,38 persen sejak 2020 bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari fundamental yang sehat dan manajemen risiko yang disiplin,” ujar Andri dalam keterangan tertulisnya.

Selain kinerja keuangan konvensional, Bank Sultra juga mencatatkan lompatan dalam layanan digital. Penggunaan aplikasi Bank Sultra Mobile tumbuh 28,02 persen sepanjang 2025, sementara transaksi melalui QRIS mencatatkan kenaikan drastis sebesar 1.371,73 persen.

Andri menegaskan transformasi digital akan terus diperkuat untuk menjangkau pelosok daerah guna memberikan layanan yang lebih inklusif.

“Fokus kami tetap jelas: melakukan ekspansi kredit pada sektor produktif sembari menjaga kualitas aset dengan NPL di bawah 1 persen. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus menjadi jangkar stabilitas ekonomi daerah sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola yang baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *