Kabarano.com – Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali mengalami fase erupsi menerus sejak Jumat malam (4/9/2026) hingga Minggu (6/9). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan status aktivitas gunung api tersebut hingga saat ini masih bertahan pada Level III (Siaga).
Erupsi tersebut berimbas pada dibatalkannya sejumlah jadwal penerbangan rute Kendari – Jakarta. Bandara Haluoleo melalui akun Instagram resminya mengumumkan, ada lima penerbangan yang dibatalkan.
Lima penerbangan yang dibatalkan yakni maskapai Batik Air ID 6723, Citilink QG 331, Pelita Air IP 881, Garuda Indonesia GA 605, dan Super Air Jet IU 259.
“Sehubungan dengan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno – Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, beberapa penerbangan mengalami penyesuaian hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Bandara Haluoleo dalam postingan Instagramnya.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik akibat Anak Gunung Krakatau melintas ke beberapa arah, mencakup wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, hingga sebagian atmosfer bagian barat Jawa dan Jakarta.
Atas kondisi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, pendaki, maupun nelayan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apapun dalam radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif.
