Kendari, Kabarano.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menemukan hasil self-assessment penyelenggaraan Kota Sehat 2025 masih kurang beberapa poin. Kondisi ini mengemuka dalam rapat evaluasi dan verifikasi lanjutan di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari, Selasa (19/8/2025).
Forum evaluasi tersebut menekankan pentingnya masukan teknis dari camat, lurah, hingga kepala puskesmas untuk menyempurnakan data riil sebelum disampaikan ke pusat.
Kota Kendari saat ini membidik sembilan indikator utama Kota Sehat. Namun sejumlah tantangan masih muncul, mulai dari stunting, pemerataan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga lonjakan kasus demam berdarah.
Data menunjukkan sanitasi berbasis masyarakat sudah 100 persen terealisasi pada 2024, tetapi masih ada kantong kecil yang belum memenuhi standar. Di sisi lain, kasus demam berdarah justru melonjak dari 253 (2023) menjadi 1.689 (2024), sementara angka bebas jentik (ABJ) menurun.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan perlunya kolaborasi lintas perangkat daerah agar semua indikator terpenuhi. Ia meminta setiap lurah memastikan tindak lanjut mingguan, mulai dari pola makan, pelayanan sosial dasar, hingga deteksi rumah tidak layak huni.
“Jangan hanya administrasi, tetapi hadir di problem sehari-hari warga,” tegasnya.
Pemkot juga menyoroti fasilitas kesehatan. Dari 15 puskesmas, hanya 9 yang berstatus paripurna, sementara sisanya masih utama dan madya. Beberapa unit terkendala ruang standar, IPAL rusak, serta dokumen perencanaan yang dinilai lemah.
Targetnya, sembilan tatanan Kota Sehat, mulai dari kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, pendidikan, pasar, perkantoran, hingga transportasi bisa terintegrasi dengan dukungan lintas OPD. Tenggat akreditasi berikut pada 2028 disebut sebagai momentum penting yang tak boleh terlewat.
Dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di kawasan Indonesia Timur (85,79), angka harapan hidup yang naik, dan bertambahnya kampung Germas, Kendari dinilai punya modal kuat. Namun predikat Kota Sehat 2029 hanya bisa diraih jika seluruh capaian merata dan tantangan utama seperti stunting serta DBD bisa dikendalikan.
Penulis: kabaranonews
