Kendari, Kabarano.com – Polisi mengungkap fakta baru di balik kasus pengeroyokan pelajar yang terjadi di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Minggu (17/8/2025). Puluhan remaja yang diamankan ternyata mengaku sebagai anggota gengster.
Mereka terbagi dalam dua kelompok, yakni Trepers 24 dan Black 1, dengan anggota yang berasal dari pelajar SMP hingga SMA berbagai sekolah di Kota Kendari.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan sebelum kejadian pengeroyokan, para pelajar itu lebih dulu berkumpul di Pantai Batu Gong, Kabupaten Konawe. Dari sana, mereka kemudian diajak untuk melakukan penyerangan terhadap pelajar salah satu SMKN di Kendari.
“Awalnya mereka nongkrong di Batu Gong, lalu ada yang memprovokasi untuk melakukan penyerangan,” ujar Malau, Selasa (19/8) malam.
Namun, di tengah perjalanan menuju lokasi, rombongan pelajar itu berpapasan dengan ANR (16), siswa SMAN 12 Kendari yang sedang berboncengan dengan temannya. Karena mengenakan jaket, korban dituduh sebagai salah seorang dari sekolah yang diincar.
“Ini murni salah sasaran. Target mereka seharusnya SMKN, tetapi karena ada provokasi, ANR dan rekannya yang jadi korban,” jelasnya.
Akibat pengeroyokan itu, ANR mengalami luka parah dan tergeletak di pinggir jalan. Warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan melaporkan ke polisi. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Bahteramas untuk mendapatkan perawatan intensif.
Polisi Gerak Cepat Ringkus 24 Pelajar
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan 24 pelajar dari lokasi berbeda selama dua hari, 17 – 18 Agustus 2025. Dari hasil pemeriksaan, lima orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni A (17), R (15), AT (17), P (17), serta satu pelajar lain yang masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pelajar lainnya yang tidak terbukti terlibat langsung hanya dimintai keterangan. Mereka dipulangkan setelah membuat surat pernyataan bermaterai di hadapan orang tua, kepala sekolah, dan pihak kepolisian.
Polisi masih mengejar satu pelaku yang buron dan mendalami adanya dugaan provokator utama dalam kasus ini.
Penulis: Kabaranonews
