Pemerintahan, Kabarano.com – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) atau Bank Sultra mencatat pertumbuhan kinerja keuangan di usia ke-58 tahun. Hingga Desember 2025, total aset bank daerah tersebut mencapai Rp14,783 triliun, dengan laba bersih yang disebut meningkat 121 persen dibanding periode sebelumnya.
Capaian itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, dalam peringatan hari ulang tahun ke-58 yang digelar di Pelataran Gedung Tower Bank Sultra, Senin (2/3/2026).
“Sejalan dengan tema ‘Sinergi Berkelanjutan’, kami berkomitmen memastikan setiap langkah strategis Bank Sultra selaras dengan kepentingan pemegang saham dan masyarakat. Melalui tiga strategi utama, yakni Transformation of Governance, Deepening Local Government Ecosystem, dan Strengthening Sense of Business in Our Territory kami optimis menciptakan ekosistem keuangan daerah yang solid. Fokus kami di tahun 2026 adalah akselerasi layanan digital dan penguatan keamanan siber demi kemajuan ekonomi di Bumi Anoa,” ujar Andri.
Ia menyebut, pada 2026 Bank Sultra akan memprioritaskan percepatan layanan digital serta penguatan sistem keamanan siber. Langkah tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan memperluas akses layanan keuangan di daerah.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antara perbankan daerah dan pemerintah dalam mendukung pembangunan ekonomi.
“Selamat ulang tahun ke-58 Bank Sultra. Semoga tetap pada komitmen, dengan tema Sinergi Berkelanjutan, artinya sinergi antarbank, pemerintah daerah dan masyarakat yang berkelanjutan. Apa yang baik maka harus ditindaklanjuti,” kata Andi Sumangerukka.
Dalam kesempatan itu, Bank Sultra juga menyalurkan santunan kepada 100 penerima manfaat yang terdiri atas penyandang disabilitas dan penghafal Al-Qur’an dari Pondok Pesantren Ulumul Qurro.
Memasuki usia hampir enam dekade, Bank Sultra menyatakan akan terus memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas peran sebagai mitra keuangan pemerintah daerah, di tengah tantangan transformasi digital dan persaingan industri perbankan yang kian ketat.
