Kendari, Kabarano.com – Transaksi non tunai di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami pertumbuhan yang positif pada 2024. Hal ini tercermin dari meningkatnya pengguna Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS). Dari catatan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, pengguna qris mengalami penambahan 15.670 akun dari 255.861 (triwulan III) menjadi 271.531 (triwulan IV) atau tumbuh sebesar 31,17 persen.
Hal ini diungkapkan Kepala KPw BI Sultra, Doni Septadijaya dari 271.531 pengguna tersebut, 173.964 diantaranya merupakan merchant atau pemilik jasa, dengan jumlah terbesar berada di Kota Kendari, sebanyak 77.677 merchant.
“Disusul Kota Baubau dengan 19.089 merchant,” beber Doni, Rabu (12/2/2025).

Kemudian, Kabupaten Kolaka (17.703), Konawe Selatan (12.023), Muna (11.417), Konawe (9.468), Buton (8.214). Bombana (6.644), Kolaka Utara (6.206), Wakatobi (2.453), Konawe Utara (1.848), dan Buton Utara (1.222).
Adapun komposisi merchant, jelas Doni, sebagian besar didominasi oleh jeis usaha mikro yaitu 56,28 persen, usaha kecil 30,55 persen, dan usaha menengah 11,03 persen.

Dengan terus meningkatnya penggunaan qris sebagai alat transaksi diberbagai sektor usaha, Doni berharap transaksi digital dapat semakin berkembang, dan memberikan manfaat bagi perekonomian di Sultra.
Ia menegaskan, pemerintah bersama Bank Indonesia terus mendorong masyarakat serta para pelaku usaha sektor UMKM untuk agar semakin masif mengadopsi pembayaran digital.
Laporan: Redaksi
