OJK Sultra Gencarkan Literasi dan Edukasi Keuangan, Sasar Masyarakat di Wilayah 3T

Kendari, Kabarano.com – Mengawali tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menggencarkan literasi serta edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Rabu (22/1/2025). Dimana kegiatan ini dilaksanakan di tiga kabupaten yakni Muna (6 desa), Konawe Kepulauan (6 desa), dan Konawe Selatan (5 desa).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tugas dan fungsi OJK, pengenalan produk jasa keuangan, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal (PASTI).

Dalam pelaksanaannya, OJK menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra, PD BPR Bahteramas Raha, PD BPR Bahteramas Konawe, dan PD BPR Bahteramas Konawe Selatan.

Kepala Bagian PEPEK dan LMSt OJK Sultra, Shintia Wijayanti Putri Purnamasari menyampaikan, bahwa literasi dan edukasi keuangan merupakan bentuk perlindungan konsumen secara preventif.

Menurutnya, dengan memahami manfaat dan risiko produk keuangan sebelum menggunakannya, masyarakat dapat terhindar dari produk ilegal atau bodong.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 65,43 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 75,02 persen.

“Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk jasa keuangan, masih ada yang belum sepenuhnya memahami manfaat dan resikonya,” ucap Shintia melalui keterangan resminya, Jumat (31/1).

Jelasnya, para kepala desa yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini mengapresiasi upaya OJK dalam memberikan edukasi keuangan bagi masyarakat, terutama mereka yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan memiliki keterbatasan akses informasi.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami tugas dan fungsi OJK serta lebih bijak dalam memilih produk jasa keuangan dengan prinsip 2L (Legal dan Logis). 

“Diharapkan pula edukasi ini dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah tersebut,” tutupnya.

 

Laporan: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *