ASR-Hugua Fokuskan 100 Hari Kerja di 4 Sektor

Kendari, Kabarano.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) bakal memfokuskan 100 hari kerjanya pada sektor pendidikan, kesehatan, pangan, dan infrastruktur. Hal itu diungkapkan ASR dalam apel perdana bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Senin (3/3/2025).

“Itu yang akan menjadi fokus agar rakyat bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal,” ujar ASR.

Nantinya, program 100 hari kerja itu akan diselaraskan dengan program asta cita Presiden Prabowo Subianto agar  terjadi sinkronisasi pembangunan dari pusat ke daerah.

Jelasnya, program-program dalam quick win 100 hari ASR-Hugua di antaranya pengendalian inflasi di bawah 2,1 persen, sertifikasi halal untuk UMKM dan rumah pemotongan hewan (RPH), serta mitigasi dan penanggulangan bencana.

Kemudian, layanan ambulans darat dan laut gratis, beasiswa generasi Sultra, serta asuransi kesehatan gratis masyarakat juga masuk dalam daftar program tersebut.

Selain itu, peningkatan hidup sehat dan memperluas kegiatan ekonomi masyarakat, peningkatan prestasi olahraga dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat, atlet, serta UMKM yang masuk dalam program Sultra Sport Fest.

Ia menegaskan, janji politik saat kampanye akan dimasukkan dalam program kerja ASR-Hugua diantaranya modal usaha untuk ibu-ibu atau mantu, yakni akses modal dan peningkatan kapasitas usaha dengan sasaran ibu rumah tangga (IRT). Ada pula jalan mulus antar-wilayah (Jemaah), perlengkapan dan sekolah gratis atau penggaris, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) untuk ketahanan pangan dan agrokompleks (bantuan pupuk, benih, serta alat pertanian).

“Kami akan memetakan beberapa daerah dengan sektor unggulannya. Misalnya, Kota Kendari kami fokuskan menjadi ikon Sultra, sedangkan daerah lain bisa menjadi daerah  pertanian, perkebunan, maupun perikanan, yang tentunya pemrov akan membantu dari sektor pupuk maupun bibit,” tegasnya.

Terakhir, ASR-Hugua akan membagikan sertifikat tanah gratis per desa serta hibah untuk organisasi (ormas). Hal itu diharapkan dapat menggerakkan ormas di Sultra agar berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

 

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *