Hiburan, Kabarano.com – Film animasi Merah Putih: One For All tengah menjadi sorotan warganet sejak cuplikannya beredar di media sosial. Alih-alih menuai apresiasi, karya yang mengusung semangat nasionalisme itu justru banjir kritik karena kualitas visualnya dinilai ketinggalan zaman.
Proyek yang digarap cepat dengan biaya miliaran rupiah ini pun memicu perdebatan di kalangan sineas dan publik. Merah Putih: One For All dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 14 Agustus 2025.
Banyak warganet menganggap kualitas animasi Merah Putih: One For All tak sebanding dengan ekspektasi film layar lebar. Gerakan karakter dinilai kaku, detail lingkungan minim, dan ekspresi wajah kurang hidup. Bahkan, sejumlah komentar menyamakannya dengan animasi era 90-an atau gim lawas.
Film ini dikabarkan digarap hanya dalam waktu kurang dari dua bulan dengan anggaran sekitar Rp6,7 miliar. Fakta ini memicu pertanyaan publik soal manajemen produksi, mengingat pengerjaan animasi umumnya membutuhkan waktu panjang dan sumber daya besar.
Sejumlah pengamat menemukan beberapa latar dan objek dalam film ini mirip aset 3D yang dijual di marketplace seperti Daz3D. Salah satunya adalah latar “Street of Mumbai” yang dianggap tidak mencerminkan nuansa lokal Indonesia.
Sutradara Hanung Bramantyo secara terbuka mempertanyakan standar kualitas film tersebut dan menilai anggarannya tidak sebanding dengan hasil akhir. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan kritik publik harus dijadikan bahan evaluasi agar industri animasi nasional bisa berkembang.
Isu bahwa film ini dibiayai pemerintah dibantah Wakil Menteri Parekraf Irene Umar. Ia menegaskan tidak ada dana ataupun dukungan promosi khusus yang diberikan. Produser Toto Soegriwo juga mengklarifikasi hal serupa, sekaligus mengungkap bahwa keluarganya turut menjadi sasaran hujatan imbas kontroversi ini.
Meski menuai kritik, kehadiran Merah Putih: One For All tetap membuka diskusi tentang masa depan animasi lokal. Harapannya, evaluasi yang muncul dapat menjadi pijakan untuk menciptakan karya animasi yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Penulis: Kabaranonews
