Kendari, Kabarano.com – Kabar duka datang dari dunia pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra). Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Armid, meninggal dunia, Sabtu (23/8/2025).
Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit dr. Ismoyo Kendari, diduga akibat serangan jantung. Kabar tersebut dibenarkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO Kendari, Herman.
“Iya betul, baru-baru (meninggal dunia),” ujar Herman singkat.
Masih Ikut Dies Natalis ke-44 UHO Pagi Harinya
Kabar berpulangnya Prof Armid mengejutkan keluarga, mahasiswa, dan alumni UHO Kendari. Pasalnya, di pagi harinya, ia masih terlihat sehat saat mengikuti perayaan Dies Natalis ke-44 UHO Kendari bersama civitas akademika dan masyarakat.
Senyum hangat sang rektor bahkan sempat terlihat saat menyampaikan cita-cita besarnya untuk menjadikan UHO Kendari berkontribusi bagi Indonesia.
“Tema yang kita usung (dies natalis) adalah Inovasi Berkelanjutan Menuju Global. UHO Kendari ingin menunjukkan bahwa keberadaannya tidak hanya untuk Sulawesi Tenggara, melainkan juga memberi kontribusi bagi Indonesia,” ucap Armid kala itu.
Rumah Duka Dipenuhi Pelayat
Jenazah Armid diberangkatkan dari RS dr. Ismoyo Kendari menuju rumah duka pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WITA. Pantauan Kabarano hingga pukul 22.00 WITA, rumah duka dipadati keluarga, kerabat, dan civitas akademika yang datang memberi penghormatan terakhir.
Suasana haru makin terasa pada Minggu (24/8) pagi saat upacara penghormatan jenazah digelar di Auditorium Mokodompit UHO Kendari. Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, turut hadir memimpin langsung prosesi tersebut.
Wakil Rektor II UHO Kendari, Weka Widayati, mengenang almarhum sebagai sosok yang rendah hati dan berdedikasi.
“Beliau adalah orang yang baik hati, dan memiliki semangat besar untuk membesarkan UHO Kendari,” kenang Weka.
Usai prosesi penghormatan, jenazah Prof Armid diberangkatkan ke TPU Puuwatu untuk dimakamkan. Isak tangis keluarga dan civitas akademika mengiringi kepergian sang rektor tercinta.
Penulis: Kabaranonews
