Perkebunan Rakyat dan Hortikultura Jadi Motor Pertumbuhan Pertanian Sultra di 2024

Kendari, Kabarano.com – Sektor pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukan pertumbuhan positif pada awal 2024, dengan diikuti peningkatan nilai tukar petani (NTP) diberbagai subsektor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor tanaman perkebunan rakyat tertinggi dengan presentase capaian 5,59 persen, diikuti hortikultura 4,62 persen, perikanan 0,93 persen, tanaman pangan 0,94, dan peternakan 0,80 persen.

Kepala Kantor Pewakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Doni Septadijaya menuturkan, NTP Sultra mengalami pertumbuhan sejak Januari 2024, meski mengalami naik turun atau fluktuasi beberapa bulan terkahir.

Grafik Nilai Tukar Petani di Tahun 2024. Sumber: Badan Pusat Statistik.

Secara keseluruhan, NTP Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan sejak Januari 2024, meskipun mengalami fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir.

“Tren ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani, terutama di sektor hortikultura dan perkebunan rakyat,” ucap Doni, Rabu (12/2/2024).

Tabel Nilai Tukar Petani Sub-Sektor di Sultra Tahun 2024. Sumber: Badan Pusat Statistik.

Dari sisi neraca pangan, Provinsi Sultra masi memiliki surplus komoditas atau produk strategis di sejumlah daerah, meskipun terdapat defisit di beberapa kabupaten/kota.

Sementara itu, harga komoditas strategis masih relatif stabil, dengan beberapa selisih harga dibandingkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) dan Harga Pokok Produksi (HPP),” tambahnya.

Doni merincikan, sejumlah harga komoditas utama ditingkat produsen dan konsumen sepertu Gabah Kering Panen Rp6.500 per kg (sesuai HPP), Beras Medium Rp12.600 per kg (lebih mahal Rp600 dari HPP), Cabai Merah Rp47.500 per kg (dalam rentang HAP), Cabai Rawit Rp53.650 per kg (dalam rentang HAP), dan Bawang Merah Rp41.000 per kg (dalam rentang HAP).

Meski pertumbuhan sektor pertanian cukup menjanjikan, Doni menegaskan, tantangan masih ada, terutama dalam stabilisasi harga pangan serta distribusi antar-wilayah.

Dengan tren positif ini, diharapkan Sultra dapat terus meningkatkan produksi pertanian dan menjaga keseimbangan neraca pangan untuk kesejahteraan petani dan masyarakat.

 

 

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *