Kendari, Kabarano.com — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukan tren positif pada 2024. Tercatat, mencapai angka 5,40 persen (c-to-c). Capaian itu melampaui nasional, sebesar 5,03 persen.
Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan ekonomi Sultra dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Pada 2020, ekonomi Sultra terkontraksi -0,65 persen akibat pandemi Covid-19.
Namun, sejak 2021 mulai bangkit dengan pertumbuhan 4,10 persen, lalu meningkat menjadi 5,53 persen di 2022, 5,35 persen pada 2023, dan kini mencapai 5,40 persen pada 2024.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha menuturkan, industri pengolahan menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni sebesar 12,98 persen.
“Sektor ini menjadi penyumbang utama dalam struktur perekonomian Sultra, mengungguli sektor lainnya,” tutur Bismi, Jumat (14/3/2025).
Selain industri pengolahan, sektor administrasi pemerintahan juga memberi sumbangsih tinggi dengan angka 11,98 persen, serta sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 7,81 persen.
Sementara itu, lima sektor terbesar dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra tahun 2024 meliputi:
1. Pertanian, berkontribusi 22,57 persen dengan pertumbuhan 3,85 persen.
2. Pertambangan, menyumbang 18,97 persen dengan pertumbuhan 6,24 persen.
3. Perdagangan, memiliki porsi 12,97 persen dan tumbuh 3,71 persen.
4. Konstruksi, menyumbang 11,90 persen dengan pertumbuhan 2,77 persen.
5. Industri Pengolahan, memiliki kontribusi 9,33 persen dan tumbuh 12,98 persen.
“Meskipun pertumbuhan sektor pertambangan mengalami sedikit penurunan dari 7,99 persen pada 2023 menjadi 6,24 persen di 2024, sektor ini tetap menjadi pilar utama ekonomi Sultra,” katanya.
Laporan: Redaksi
