Konawe, Kabarano.com – Warga Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya meluapkan kekesalan mereka terhadap kondisi Jalan Poros Lambuya – Motaha. Akses jalan sepanjang 20 kilometer itu dinilai rusak parah dan tak pernah diperbaiki serius selama lebih dari dua dekade.
Padahal, jalan tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Konawe, Konawe Selatan (Konsel), dan Kolaka Timur (Koltim).
Geram dengan kondisi tersebut, puluhan warga memblokade jalan dan mendirikan tenda tepat di tengah badan jalan sejak Selasa (22/7/2025).
Hingga Sabtu (26/7), aksi itu masih berlangsung. Belum ada satupun perwakilan pemerintah yang datang menemui warga.
“Ini bukan sekadar jalan desa. Ini jalur utama penghubung tiga kabupaten. Tapi dibiarkan rusak selama puluhan tahun,” ujar warga Lambuya bernama Rere.
Katanya, kondisi jalan berubah seperti kubangan saat hujan dan menjadi lautan debu saat kemarau. Akibatnya, aktivitas warga terganggu.
Dalam aksi itu, jelas Rere, warga meminta Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka turun langsung melihat kondisi jalan. Warga menilai kerusakan itu bukan lagi sekadar urusan pemerintah kabupaten, tetapi sudah menjadi tanggung jawab provinsi karena menyangkut konektivitas antarwilayah.
“Kami tidak akan buka jalan sampai ada kepastian, bukan sekadar janji,” tegas Rere.
Ia menambahkan, aksi ini adalah bentuk perlawanan rakyat kecil yang merasa diabaikan.
“Kalau akses dasar seperti jalan saja tidak diperhatikan, bagaimana bisa bicara pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Penulis: Kabaranonews
