Kendari, Kabarano.com – Maraknya kasus tawuran antarpelajar di Kota Kendari mendapat perhatian serius dari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, Senin (18/8/2025) Ia menginstruksikan sejumlah langkah strategis untuk menekan aksi kekerasan pelajar yang belakangan kerap terjadi.
Instruksi itu menyusul insiden pengeroyokan yang dialami oleh seorang remaja berinisial ANR (16), pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Kendari, Minggu (17/8). Ia ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua dalam kondisi bersimbah darah. ANR diduga menjadi korban pengeroyokan oleh pelajar lainnya.
Instruksi itu disampaikan saat rapat koordinasi bersama kepala sekolah SMA/SMK se-Kota Kendari di RSUD Bahteramas.
Dalam rapat tersebut, Andi Sumangerukka menginstruksikan sejumlah langkah strategis untuk menanggulangi tawuran pelajar. Pertama, patroli gabungan antara pihak sekolah dan personel Satpol PP di titik-titik rawan.
Kedua, identifikasi akar permasalahan oleh kepala sekolah bersama Dinas Pendidikan melalui pendekatan personal dan analisis situasi di sekolah. Ketiga, penguatan kegiatan ekstrakurikuler kolaboratif yang menumbuhkan interaksi sosial positif, bukan kompetisi yang memicu konflik.
Keempat, pendekatan humanis dari guru dan kepala sekolah, baik dalam komunikasi maupun tindakan pembinaan kepada siswa. Kelima, pelaksanaan tes urin secara acak sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan zat terlarang di kalangan pelajar.
Terakhir, penyelenggaraan apel umum pelajar bersama Gubernur sebagai upaya mempererat komunikasi, menanamkan nilai kedisiplinan, sekaligus membangun semangat kebersamaan.
Setelah pertemuan itu, Andi Sumangerukka melanjutkan kunjungan ke ruang perawatan korban Di sana, ia memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
“Sabar ya, semoga cepat pulih. Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah provinsi. Kita doakan yang terbaik,” ujarnya kepada orang tua korban.
Penulis: Kabaranonews
