NASA Rilis Gambar Komposit Pembentukan Bintang di Nebula Tarantula

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis gambar komposit terbaru dari 30 Doradus atau Nebula Tarantula melalui laman resminya pada Selasa (11/8/2026). Gambar tersebut menampilkan detail baru wilayah pembentukan bintang melalui pengamatan gabungan beberapa teleskop luar angkasa milik NASA.

Nebula Tarantula terletak di Awan Magellan Besar, sebuah galaksi tetangga Bima Sakti yang berjarak sekitar 160 ribu tahun cahaya dari Bumi. Wilayah tersebut menyimpan ribuan bintang muda yang tertanam di dalam struktur gas dan debu.

Gambar komposit ini menggabungkan data dari tiga teleskop luar angkasa, yaitu:

  • Observatorium Sinar-X Chandra: Ditampilkan dalam warna biru yang menunjukkan gas bertekanan tinggi akibat tiupan angin bintang muda berukuran besar. Gas tersebut terpanaskan hingga jutaan derajat Celsius oleh gelombang kejut.
  • Teleskop Luar Angkasa James Webb: Ditampilkan dalam warna merah yang mengidentifikasi ribuan bintang muda serta sekumpulan debu dingin sebagai bahan pembentuk bintang dan planet baru.
  • Teleskop Luar Angkasa Hubble: Ditampilkan dalam warna hijau yang mendeteksi gas hidrogen dengan suhu lebih hangat daripada data Webb, serta menampakkan bintang-bintang di dalam nebula.

Tampilan komposit ini memperlihatkan tumpang tindih data dari ketiga teleskop yang menghasilkan spektrum warna merah, oranye, kuning, hijau, hingga biru di wilayah tengah nebula.

Hasil analisis gabungan data Chandra, Webb, Hubble, serta Teleskop Luar Angkasa Spitzer mengungkap temuan mendasar terkait jumlah energi di Nebula Tarantula. Para astronom menemukan bahwa volume gas yang memancarkan sinar-X di lokasi tersebut lebih sedikit daripada perkiraan awal.

Berdasarkan studi ilmiah yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal, para peneliti menyimpulkan adanya tiga jalur pelepasan energi di Nebula Tarantula:

  1. Kebocoran Gas: Hampir separuh dari gas panas keluar melalui celah pada dinding cangkang gas dan struktur debu nebula.
  2. Pencampuran Suhu: Terjadi pencampuran antara gas dingin di dekat dinding cangkang dan gas panas yang menyebabkan penurunan suhu keseluruhan.
  3. Konduksi Panas: Terjadi pemindahan panas melalui kontak fisik langsung antara gas panas dan gas dingin di area cangkang yang paling padat.

Penelitian mengenai hilangnya energi di Nebula Tarantula ini dipimpin oleh Jennifer Rodriguez dari Ohio State University, bekerja sama dengan tim peneliti dari Columbia University, San Diego State University, Space Telescope Science Institute, dan Goddard Space Flight Center NASA.

Pengoperasian program Teleskop Chandra sendiri dikelola oleh Marshall Space Flight Center NASA yang berpusat di Huntsville, Alabama, dengan pengawasan sains oleh Smithsonian Astrophysical Observatory Chandra X-ray Center di Massachusetts.

Penulis: Kabaranonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *